PANDUAN PENYUSUNAN SKRIPSI

MAHASISWA HI FISIP-UNILA

 

Ujian Skripsi

 

              1. Mahasiswa dinyatakan layak uji oleh komisi pembimbing dan ketua jurusan, dengan memenuhi syarat semua MK telah lulus dan jumlah SKS wajib dalam program studi telah dipenuhi, IPK serendah-rendahnya 2,00, telah lulus EPT, tidak mempunyai tunggakan buku perpustakaan dan alat-alat laboratorium, telah lunas SPP semester 1 hingga terakhir, dan mengikuti program orientasi perguruan tinggi (propti).
              2. Mahasiswa skripsi menyiapkan berkas asli yang disusun secara berurutan sebagai berikut:
No Jenis Persyaratan
1 Pas foto 3×4 = 2 lembar dan 4×6 = 3 lembar
2 Fotocopy KTM/ Asli
3 Fotocopy Transkrip Nilai Asli yang Disahkan oleh WD I
4 Fotocopy KHS Semester Terakhir
5 Fotocopy Pembayaran SPP Terakhir
6 Fotocopy SK Pembimbing Skripsi
7 Fotocopy Bebas Perpustakaan Unila dan Ruang Baca
8 Berita Acara, Surat Tugas, Daftar Hadir Seminar Usul dan Hasil
9 Fotocopy Ijazah SMA
10 Surat Keterangan PA untuk Pengajuan Topik Skripsi (A.1a)
11 Form Pendaftaran Topik Skripsi (A.1b)
12 Rencana Pengajuan Topik dan Outline Skripsi (A.2)
13 Form Pengesahan Komisi Pembimbing (A.3)
14 Buku Konsultasi Skripsi (A.4)
15 Surat Keterangan Layak Uji (A.5 )
16 Undangan Ujian Skripsi (A.6a)
17 Pelaksanaan Ujian Skripsi (A.6b)
18 Kartu Peserta Seminar
19 TOEFL
20 Surat Pernyataan Bermaterai 6000 (Untuk Skripsi)
21 Form Pelaksanaan Kegiatan 0 SKS  (1 Sertifikat kegiatan internasional/minimal 3 sertifikat kegiatan level nasional dan/atau daerah/laporan magang)
22 Syarat Cuti AKD (Bila Pernah Cuti)
23 Surat Perpanjangan Studi (Bila Batas Waktu Habis)

 

              1. Mahasiswa skripsi yang telah mendapat persetujuan ujian skripsi dari komisi pembimbing (Form A.5 Layak Uji), selanjutnya meminta kepastian jadwal ujian skripsi kepada komisi pembimbing dan dosen pembahas.
              2. Mendaftar ujian skripsi kepada staf administrasi dan menunjukkan Form A.5, serta menuliskan data dan jadwal ujian skripsi pada Buku Registrasi Ujian Skripsi.
              3. Membuat Undangan Ujian Skripsi (form A.6a) yang dinomori staf administrasi, mengcopy untuk para penguji dan jurusan. Setelah itu menerima 1 eksemplar asli surat Pelaksana Ujian Skripsi (Form A.6b) yang ditujukan kepada dekan dari staf administrasi.
              4. Menyerahkan draft skripsi dan undangan ujian kepada para penguji skripsi (komisi pembimbing dan dosen pembahas) paling lambat 7 hari sebelum ujian berlangsung.
              5. Menyusun secara urut berkas ujian yang tertulis pada bagian Ujian Skripsi No. 2 pada 1 map, dan menyertakan form Kelengkapan Persyaratan Ujian Skripsi yang ditempel pada halaman sampul map, kemudian menyerahkan kepada staf administrasi untuk dicek.
              6. Menyerahkan berkas yang sudah dicheck list oleh staf administrasi kepada sekretaris jurusan dan ketua jurusan untuk ditandatangani.
              7. Menyiapkan lembar pengesahan perbaikan hasil ujian dan form nilai ujian yang dimasukkan pada map masing-masing penguji. Selanjutnya menyusun form rekapitulasi nilai ujian skripsi dan berita acara ujian pada map tersendiri untuk ketua/sekretaris penguji.
              8. Mahasiswa mengenakan pakaian resmi berupa kemeja putih dan jas almamater, serta bawahan celana panjang bagi laki-laki/rok bagi perempuan berwarna hitam.
              9. Saat ujian skripsi, mahasiswa berada di luar ruang ujian sebelum dipanggil sekretaris penguji. Kesempatan pertama, mahasiswa penyaji menyampaikan persentasi 15-25 menit, mengenai latar belakang, masalah, tujuan, kegunaan, teori dan/atau konsep, metode penelitian, serta hasil penelitian. Mahasiswa menjawab pertanyaan ujian dan mencatat semua saran dari para penguji. Setelah ujian selesai, mahasiswa diminta untuk menunggu di luar ruangan. Mahasiswa mendengarkan hasil ujian dari ketua penguji.
              10. Jika nilai tidak memenuhi persyaratan lulus, maka mahasiswa harus mengikuti ujian ulang dengan dijadwal kembali berdasarkan kesepakatan penguji.
              11. Menghadap ketua jurusan agar menandatangani berita acara, form nilai, lembar pengesahan perbaikan hasil ujian, meng-copy, dan menyerahkan copy berkas kepada staf administrasi. Kemudian menerima berkas asli rekapitulasi nilai. Mahasiswa mengarsipkan sendiri berkas asli berita acara, form nilai, lembar pengesahan perbaikan hasil ujian, dan rekapitulasi nilai.
              12. Setelah lulus ujian skripsi, mahasiswa wajib memperbaiki skripsi sesuai dengan saran dari para penguji. Waktu perbaikan skripsi terhitung 2 (dua) bulan dari pelaksanaan ujian skripsi, yang tertulis pada berita acara. Apabila mahasiswa melampaui waktu tersebut, maka jurusan wajib mengadakan ujian ulang.
Skip to toolbar