Bandar Lampung, Lampungnews.com – Keluasan jaringan (network) bisa menjadi kunci kesuksesan dan kemampuan bertahan dalam persaingan global di dunia internasional.

Pendapat ini disampaikan Staf Khusus Bidang Kerjasama Dalam dan Luar Negeri Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti), Abdul Wahid Maktub saat memberi kuliah umum di FISIP Universitas Lampung, kemarin.

Abdul Wahid menjelaskan, peningkatan kualitas mutu sumber daya manusia (SDM) memang menjadi prioritas utama untuk membangun kekuatan Indonesia di kancah dunia internasional.

Namun selain peningkatan kualitas tersebut, Abdul Wahid menambahkan, SDM pun perlu mereformasi diri terlebih dahulu. “Ini harus disadari agar peningkatan kualitas bisa terjaga,” katanya dalam kuliah umum bertajuk Membangun SDM Budaya Saing di Era Global tersebut.

Di sisi lain, perluasan jaringan pun tidak bisa dikesampingkan begitu saja. Karena, jaringan ini bisa mengembangkan kerja sama dengan berbagai pihak. “Kita tidak boleh lagi menjadi  isolated, kita harus mulai terbuka dan juga menggunakan sebuah instrumen information, communication, technology untuk bisa memiliki skill, baik itu konseptual skill, technical skill maupun human skill untuk mengubah kelas agar semakin baik, kesejahteraan kita baik,” katanya.

Lebih lanjut Abdul Wahid mengungkapkan, fenomena yang melanda dunia saat ini adalah volatile (cepat berubah), uncertain (ketidakpastian), complex (kompleks), ambiguous (bermakna ganda).

“Maka dari itu solusi yang diambil adalah dengan mempunyai vision (visi), understanding di bidang ilmu, clarity (fokus), agility (ketangkasan dan keuletan) dalam melihat perkembangan dunia saat ini. Mutu menjadi kata kunci dimana harus ada sinergi dan kolaborasi diantaranya hubungan antara dosen, mahasiswa dan masyarakat,” katanya. (Michella)

Repost: http://lampungnews.com/2017/04/ini-bocoran-staf-kementerian-ristekdikti-supaya-mahasiswa-bisa-bertahan-di-persaingan-global/

Skip to toolbar