Mahasiswa HI kembali torehkan prestasi lewat pengabdian dan pengajaran. Dimas Dwi Santoso (HI 14) pada 19 Januari-3 Maret 2015 yang lalu, menjadi salah satu relawan di Hyderabad, India.

Dimas mengakui bahwasanya kegiatan pengabdian dan pengajaran yang dilakukannya terfokus pada pendidikan dan metode ajar pada anak difabel.

Kegiatan yang berlangsung selama 42 hari dimanfaatkan Dimas dan timnya untuk mengusulkan beberapa ide yang berbentuk metode pembelajaran pada anak-anak berkebutuhan khusus di Sparsh Foundation.

Enam minggu berada di India, ia pergunakan unutk mengevaluasi dan menguji coba metode yang sesuai untuk diterapkan di sekolah tersebut. Dimana minggu pertama merupakan minggu adaptasi bagi Dimas dan rekan-rekan dalam memahami metode ajar yang diterapkan pada sekolah itu. Sedangkan minggu kedua sampai dengan kelima digunakan untuk implementasi metode baru sampai dengan evaluasinya.

Hingga akhirnya pada mingu terakhir sekolah yang belum mengenal tiga metode ajar (kinestetik, audio, dan visual) mampu menerapkannya sampai dengan sekarang.

Dimas dan tim juga mendapatkan penghargaan dari pemerintah setempat atas dedikasi yang ia berikan pada sekolah tersebut, sehingga mampu menerapkan metode yang lebih baik untuk proses pembelajaran anak-anak tersebut. (Citra16)

Skip to toolbar